Aliran Sesat di Banda Aceh

syahuri.com – Awal 2011 ini begitu banyak fenomena yang terjadi di Banda Aceh. Mulai dari hal yang unik, tidak penting, hingga ke fenomena yang menyangkut aqidah umat. Hal unik yang terjadi di Banda Aceh di awal 2011 ini terkait dengan salah seorang “tokoh” fenomenal di kampus ekonomi, yaitu terkait dengan (maaf) “Wak Lu”. Saya tidak akan menceritakan fenomena itu di artikel ini. Namun jika kamu penasaran, kamu bisa baca berita yang heboh bulan februari 2011 itu disini.

Kali ini saya cuma mau cuap-cuap sedikit tentang aliran sesat yang saat ini sedang heboh di Banda Aceh. ya…Walopun sudah banyak blogger Aceh yang sudah menulis tentang ini, saya takkan gentar, walo harus melewati gunung yang terjal, mengarungi lautan yang luas, cintaku sedalam lautan di samudra. hello.. ini mau nulis apa mau nyanyi? gak jelas! hahahaha

Salah satu blogger yang sudah menulis artikel tentang aliran sesat di Banda Aceh adalah senior blogger saya, bang Aulia, kamu bisa liat tulisan beliau di blognya yang berjudul Banda Aceh Kembali Mendapat Musibah.

Saya pribadi tidak terlalu mengikuti perkembangan informasi aliran sesat ini. Namun berhubung saya pernah terlibat langsung (bukan pelaku loh ya!!!) menjadi “KORBAN” dari aliran sesat ini, saya jadi pingin menulis tentang fenomena ini.

Ya…benar, saya pernah “diajak” oleh mereka untuk bergabung bersama mereka. Saya sempat mengikuti “mentoring” bersama mereka sedikitnya 3 kali. Pada saat pertemuan ke 3, saya menemukan momen yang tepat untuk “mencounter” ide mereka (yang memang sejak awal sudah menyimpang, menurutku).

OKe, saya akan mulai “cuap-cuap” ketika saya mengikuti pertemuan-pertemuan dengan mereka.

Pada pertemuan pertama dan kedua, materi yang mereka sajikan nyaris sama. Namun yang menyampaikan materinya adalah orang yang berbeda. Pertemuan pertama, saya diajak teman saya untuk berdiskusi terkait dengan ISLAM. Dia berpendapat bahwa Islam bukanlah agama, melainkan sebuah dien. Dia juga menasehatkan saya untuk tidak menerjemahkan dien yang di dalam alquran sebagai agama, tapi cukup dien saja. Alias, setiap kali membaca alquran dan menemukan kata dien, tak perlu diterjemahkan menjadi “agama”. Ucapkan saja “dien”.

Dia juga menjelaskan bawah kondisi Indonesia saat ini adalah terpuruk. Persis seperti kondisi bangsa arab saat dipimpin oleh Abu Jahal. Abu Jahal memimpin bangsanya tanpa aturan dari Allah SWT, dan rakyat yang berada dibawah kepemimpinannnya adalah rakyat yang bodoh dan jahiliyah. Begitu pula dengan pemerintah sekarang yang tidak menerapkan aturan dari Allah SWT, pemerintahnya bodoh, rakyatnya juga bodoh dan jahiliyah.

Nah, dia memberikan solusi (pada pertemuan ketiga) untuk bisa menghindari sebutan bodoh dan jahiliyah itu dengan mengikuti metode Nabi Muhammad, yaitu bersembunyi ke gua hira. Dia menganggap bahwa persembunyian Rasul ke gua hira adalah sebuah pengandaian. Maka dia mengandaikan bersembunyi ke gua hira jaman sekarang adalah dengan membai’at dirinya dan mengikuti alirannya.

Disaat dia berkata seperti itulah kesabaran “hatiku dan otakku” sudah habis. Aku sudah tak sabar dan akhirnya aku keluarkan semua argumenasiku. Dan aku menolak untuk mengikutinya dengan memberi bai’atku kepadanya.

Aku berkata kepadanya bahwa bai’at seoarang umat hanya diberikan kepada pemimpin negara, bukan kepada orang lain. Aku juga tidak setuju bahwa untuk menyelesaikan permasalahan di Indonesia bukanlah dengan cara “bersembunyi”. Nah nah nah… ini kalo ane bahas tentang ini disini gak bakal cukup tempat nih…bisa panjang ceritanya. Selain cara nulis aku masih belepotan, ilmu aku juga belum cukup untuk ngebahas ini, hehehehe

Ah… dah capek ngetik nih…gak ada yang mau ngasih minum kek? haus tau!!!

Kalo teman-teman pembaca setia syahuri.com (apa? PEMBACA SETIA? emang ada?!!!) masih penasaran dengan aliran sesat yang bikin resah masyarakat Banda Aceh ini, coba deh hadiri diskusi-diskusi yang sekarang masih banyak diadain di Banda Aceh.

Misalnya beberapa minggu lalu di Kantin Fakutas Ekonomi UNSYIAH. Lumayan rame tuh yang hadir. Jangankan yang duduk, yang berdiri di luar saja sampe tidak kebagian tempat, hahahahah. Lebih rame daripada konser ST12 (lebay ini mah… hohohoho).

ntar hari minggu tanggal 20 Maret 2011 juga ada juga diskusi tentang aliran sesat di Dinas Syariat Islam. Ini posternya:

Jangan lupa hadir tuh…aku juga InsyaAllah hadir lah…hihihih

4 thoughts on “Aliran Sesat di Banda Aceh

  1. jangan lupa dipublish tu diskusi di akun @iloveaceh jdi #info event šŸ™‚

    ceritanya menarik lo, semoga ada “bidadari” yg membacanya sehingga bisa mengambil hikmat seperti Syahuri lalui

  2. begitu baca bahasan pertama tentang ‘dien’ itu, aku mencak2 sendiri.
    Karena babe saya memberi nama asli saya ‘dini’ yg di sadur (mantap neh bahasanya) dari wahdini yg dibaca ketika duduk diantara 2 sujud, dan arti dini untuk nama saya adalah agama.
    Seenak jidatnya aja tuh orang sesat ganti2 arti nama saya yg begitu indah dipandang mata dan sedap didengar. Huahahaha…
    Sekian dulu komentar saya
    salam seiman..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *