Benarkah Kemajuan Pariwisata Terhalang oleh Syariat Islam Aceh?

Syahuri.Com – Tadi malam saya sempat diskusi dengan teman2 di twitter. Berawal dari salah seorang cewek yang ngetwit tentang syariat islam dan pariwisata. Tweetnya berbunyi:

Seindah apapun objek wisata Aceh, tetap sulit mendatangkan wisatawan, krn syariat islam

dan juga ditambahkan dengan

wisatawan dtg krn ingin menikmati keindahan dan refresing bkn dibatasi dgn berbagai hal

Saya berkesimpulan bahwa tweet seperti itu menyalahkan syariat islam yang membatasi para wisatawan untuk menikmati keindahan. Artinya, jika ingin Aceh atau Banda Aceh sukses menyelenggarakan wisata di Aceh, maka syariat islam harus diperbaharui lagi agar lebih ‘toleran’ dengan para wisatawan. Hal ini terkait dengan sedang hebohnya wacana Visit Aceh 2011.Pemerintah Aceh memang sedang gencar mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Banda Aceh.

Saya sama sekali tidak setuju dengan pendapat itu. Pendapat yang menyatakan bahwa syariat islam “menghalangi” wisatawan untuk menikmati objek wisata Aceh. Sungguh sangat sempit dan dangkal akidah orang yang berpendapat seperti itu.

Aceh dikenal dengan syariat Islamnya. Seluruh dunia tahu bahwa mayoritas masyarakat Aceh beragama Islam. Aceh juga merupakan provinsi Istimewa di Indonesia yang mendapat otonomi khusus Syariat Islam. Namun amat sangat disayangkan, masyarakat aceh sendiri pada faktanya ada yang tidak senang dengan keberadaan Syariat Islam. Bahkan di Facebook saya pernah mendapati ada grup/komunitas yang seringkali menjelek-jelekkan syariat islam.

Saya malu, saya malu mendapati fakta ini. Sungguh suatu kemunduran iman jika kita lebih mementingkan hal duniawi seperti duit atau pariwisata, atau mungkin hal lainnya. Pariwisata memang penting untuk meningkatkan pendapatan daerah, tapi bukan berarti pariwisata bisa “mengangkangi” iman kita kepada Allah SWT. Bagiku, cinta kepadaAllah tetaplah nomor 1. Iman kepada Allah adalah hal yang utama. Cinta kepada Islam dan Syariat Islam adalah hal yang harus diprioritaskan daripada hal lain, apalagi urusan duniawi.

Bukankah kita hidup di dunia ini hanya untuk menyembah Allah? Urusan duniawi dan uang seharusnya menjadi urusan ke-sekian. Urusan duniawi semestinya hanya kita gunakan sebagai alat untuk mempermudah kita dalam beribadah kepada Allah.

Semoga kecintaan kita kepada dunia tidak melebihi kecintaan kita kepada Allah, Rasulullah, Islam dan seluruh peraturan Islam. Wallauhualam.

__________________________________________________

7 thoughts on “Benarkah Kemajuan Pariwisata Terhalang oleh Syariat Islam Aceh?

  1. Tanda-tanda kiamat udah mulai bermunculan. Mudah2an kita dilindungi dari godaan setan yang terkutuk. Saya bangga jadi muslim dengan alasan apapun!

  2. sya stuju dg pndapat bapak, tp hl yg pling penting skrang adalh bgmna kita singkronkan antara syariat islam dan parawisata, karn dua2nya tdk bsa kita pisahkan………krna kt hidap dlm sutu negara yg tidak jelazz. bgmnpun tetap ada yang kontradiksi..ini berarti tgas kita sbgai orang islam bukan cuma aceh. sya mintak no HP bapak..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *