Cara Beradab Menghadapi yang Biadab

Beberapa menit sebelum mengetik tulisan ini saya sempat menonton Metro TV dengan acara Golden Way. Ini untuk pertama kalinya saya menonton acara ini. Denger dari temen sih acara ini sudah sering tayang (dasar gue ketinggalan info banget!). Biasanya acara ini tayangnya siang hari, tumben hari ini kok tayang malam hari.

Pada mulanya saya setuju-setuju aja dengan berbagai statement dari pemateri: pak Mario Teguh. Saya akui memang beliau pintar beretorika dan kata-katanya penuh dengan motivasi. Namun pada menjelang akhir acara, tepatnya saat ada ibu-ibu yang bertanya melalui telepon tentang “cara beriman menghadapi negara/orang yang tidak beriman”, saya jadi agak muak mendengar perkataan pak Teguh. Terlebih lagi kesimpulan yang diambil oleh pembawa acara itu, aduh… bener-bener membuat saya gak tahan.

Saya tidak mengikuti acara itu dari awal. Tapi kalau boleh menebak, tema acara itu adalah tentang Heal The World. Banyak pertanyaan yang muncul dari beberapa penanya menjurus pada tema konflik antara Israel dan Palestina, atau istilah yang sering dipake media: Krisis Gaza.

Pak Teguh, dan juga host acara itu menyebutkan bahwa cara beriman menghadapi Israel adalah tidak perlu pergi ke Palestin jauh jauh. Cukup dengan melihat di sekitar kita aja dulu. Dan kenapa kita harus melawan israel yang tidak beriman itu dengan kekerasan. Kalau kita melawan kekerasan dengan kekerasan, itu artinya kita sama saja dengan israel: tidak beriman. (*sori, gak persis begini sih statementnya, tapi maknanya memang begini)

Yapz… statement itulah yang membuat saya tidak setuju. Kesimpulan yang dapat saya ambil dari acara Golden Way itu adalah: mereka (media masa yang bersangkutan) ingin membentuk opini bahwa keberangkatan para relawan (indonesia) ke palestine untuk membantu pasukan Hamas mengusir tentara israel adalah perbuatan yang sia-sia. Kenapa musti cape-cape ngurusin palestina sementara kita di Indonesia masih punya masalah tersendiri.

Sedikit mundur ke belakang. Beberapa waktu lalu statemen seperti itu juga terlontar oleh salah satu Pejabat JIL (Jaringan Islam Liberal) dalam acara todays dialog di metro TV. Beliau mengatakan bahwa untuk melawan israel cukup dengan cara diplomatis. Tidak perlu mengirim relawan segala.

Nah, melalui tulisan ini, saya sungguh sangat jijik jika mendengar ada orang yang masih sempat berfikir atau berkata seperti itu. Saya tidak setuju!

  1. Palestine merupakan salah satu diantara negara muslim yang terjajah. Israel berusaha merebut tanah dari Palestina.
  2. Palestina merupakan salah satu negara muslim. Bukankah sesama muslim bersaudara? Dimana adab para pemimpin kaum muslimin lainnya (termasuk indonesia)? Sudah lupakah kita akan surat cinta dari Allah dalam Qur’an surat Al Hujarat ayat 10?
  3. Israel merupakan negara biadab. Cara paling beradab melawan mereka adalah dengan Jihad! Kenapa masih menempuh jalur diplomasi? Bukankah sudah banyak track record dari Israel yang melanggar berbagai perjanjian? Masih percayakah kita dengan negara biadab itu?

entahlah, saya tidak tahu maksud saya menulis dalam bentuk list 3 nomor di atas, saya juga tidak tahu kenapa urutannya seperti itu. Artikel ini saya tulis karena saya sudah tidak tahan memendam perasaan muak saya dengan israel.

  1. Sebagian rasa muak saya, saya tumpahkan kepada kaum muslim yang masih saja menganggap pengiriman relawan ke palestine adalah hal yang sia-sia.
  2. Sebagian rasa muak saya, saya tumpahkan juga kepada obama, yang menjadi harapan dunia untuk mewujudkan dunia (saya tidak termasuk orang yang berharap pada obama!), sampai saya menulis tulisan ini, masih belum memerikan statement apapun tentang israel. Kabar yang saya dapet sih katanya nunggu dilantik dulu, baru ngomong. Padahal dalam bidang lain (selain konflik gaza) obama udah bekoar-koar tuh.
  3. Sebagian rasa muak saya, saya tumpahkan juga kepada PBB (United Nation) yang seakan menjadi banci. Sama seperti pemimpin2 negara muslim dunia, terlebih lagi yang bertetangga dengan palestine.

Sekali lagi, tulisan ini saya buat sekedar menumpahkan rasa terpendam saya tentang yahudi israel. Saya termasuk orang yang prihatin dengan palestine. Andai ada wadah dan sarana, dan dukungan dari keluarga, maka saya akan ikut berangkat ke palestine. Saya juga turut prihatin dengan para relawan yang sudah berangkat namun masih ditahan pemerintah mesir di mesir.

Entahlah, saya memang tidak terlalu mengikuti perkembangan berita. saya juga tidak pintar menyusun kerangka tulisan sehingga membuat suatu tulisan yang bisa terstruktur rapi dan enak dibaca. Yang saya tulis hanya curhatan saja.

Jika ada yang ingin Anda tambahkan, atau ingin bertanya, silakan melaui kotak komentar di bawah ini. Mohon maaf bila terdapat kesalahan. Mari berdiskusi 😉


posted from my phone with Opera Mini 4.2


22 thoughts on “Cara Beradab Menghadapi yang Biadab

  1. maaf sebelumnya aq hanya ingin berbagi pendapat islam adalah agama rahmatan lil alamin.keselamatan bagi seluruh alam.kekerasan bukan berarti harus di balas dengan keras lagi.bila ada yang benci dengan islam itu sudah ada dari dulunya dan sudah di ramalkan juga oleh baginda nabi saw. sori aq so tau

    1. Saya sependapat dgn responden no 21
      Kalau menurut sy yg harus kita perangi umat islam di Indonesia itu masalah KORUPSI yg sdh menggila hampir semua lini krn ini yg mengsesarakan rakyat kita. Anda sdh bisa lihat sdh banyak contoh2 yg sangat memalukan Indonesia dimata dunia.
      Apa anda sendiri tdk tergerak hati anda kita benahi negara kita dulu baru negara orang anda hrs ingat Indonesia mayoritas islam tapi rakyatnya banyk yg hidup dibawah garis kemiskinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *