Curhat Konsumen: Jangan Mau Jadi Penjual “Bodoh”

Maaf. Tulisan Curhatan saya berikut ini sama sekali tidak bermaksud untuk menghina atau merendahkan anda, teman anda, keluarga anda, atau siapapun itu yang berprofesi sebagai penjual. Mohon untuk tidak menganggap negatif tulisan ini sebagai sebuah hinaan, tapi anggaplah sebagai sebuah pelajaran/pengalaman dari curhatan seorang konsumen.

Pagi ini, saya mengunjungi beberapa toko komputer di Banda Aceh. Dengan tampilan sederhana, sendal jepit melekat di kaki, dan dengan menggendong tas berat berisi berbagai barang rongsokan. Saya ingin membeli joystick untuk laptop saya. Ya tentu saja supaya bisa maen game lebih ‘terasa’. Khususnya PES2010, he he he. Maklum, beberapa minggu ini saya memang sedang terkena demam PES 2010. Gak tahan rasanya kalo gak beli joystick.

Nah, dari beberapa toko yang saya kunjungi, bukan karena tidak adanya kesepakatan ‘harga terbaik’ antara saya dengan penjual sehingga saya tidak membeli joystick. Tapi karena dari sisi si penjual memang seakan “tidak berniat menjual” joysticknya kepada saya.

Padahal pertanyaan yang saya sampaikan ke penjual cukup sederhana;

“Bang/kak, ada joystick? Cocok untuk Windows 7 gak?”

Ada yang menjawab sepele:

“oh, untuk laptop apa PC? kalo joystick ini gak cocok untuk laptop dek, cuma bisa di PC”

ah… ntah saya yang bodoh atau si penjual, tapi saya rasa itu jawaban terbodoh yang pernah saya temui. Males memperpanjang diskusi. Cari toko lain ah…

Adapula yang menjawab dengan nada yakin:

“ini gak bisa untuk windows 7 dek, yang bisa XP sama Vista”

Oke, mungkin ini bisa diterima. Argumentasinya bisa diperkuat dengan keterangan yang ada di cover joystick, semua merk joystick TIDAK MENYEBUTKAN kompabilitasnya dengan Windows 7. Tapi saya yakin, tidak tertulis di list, bukan berarti windows 7 tidak cocok kan?

DAN AKHIRNYA…

Saya berhenti mencari joystick saat saya singgah di sebuah toko komputer (lupa nama tokonya). Dengan pertanyaan yang sama, dengan lugu saya bertanya:

“Kak, ada joystick? Cocok untuk Windows 7 gak?”

Penjual tersebut menjawab:

“oh ya. ada dek. Di keterangannya gak ada yang untuk windows 7, tapi kalo bawa laptopnya, dicoba aja dulu.”

Saya keluarin laptop butut saya dari tas, pencet tombol power, loading startup windows 7, colokin usb joystick itu ke port usb, dan JRENG…

Driver terdeteksi otomatis oleh Windows 7. Saya coba iseng buka control panel, dan ternyata memang benar-benar terdeteksi.

Untuk meyakinkan, saya buka PES 2010 dan mencoba gamenya. Masuk ke menu training, pilih club Juventus dong tentunya. HA HA HA… joystick berjalan aman sentosa!

___________________

Sekali lagi saya tegaskan, tak ada maksud menghina penjual manapun di dunia ini. Hanya sekedar curhatan saya aja. Jangan telan curhatan saya ini bulat-bulat. Ambil pelajarannya aja. Kalo boleh saya list, ini beberapa kesalahan penjual yang barusaja saya temui:

  • meremehkan konsumen, jangan menjudge konsumen dari penampilan!
  • jangan malas mencoba; jika memang tidak terlalu ekslusif, jangan sungkan untuk membuka satu produk untuk dijadikan ujicoba. Jika memang calon konsumen tersebut jadi membeli, maka pembukaan produk tadi tidak akan sia-sia, tapi jika dia batal membeli, itu sudah menjadi risiko. JANGAN MAU KELIHANGAN KONSUMEN HANYA KARENA TIDAK MAU BERKORBAN sedikit.

Oke deh, gitu aja curhatan saya kali ini. Silakan ditambahkan jika ada yang kurang. Jangan sungkan untuk mengkritik. Terima kasih sudah membaca 🙂

17 thoughts on “Curhat Konsumen: Jangan Mau Jadi Penjual “Bodoh”

  1. @firza bukan pelayannya tolol kang. tapi juragannya mata duitan. di kota saya ada nich toko besar yang memang sengaja cari pelayan pendidikan maksimal lulusan SD atau bahkan SD ga lulus. nah, ini nich tapi sayangnya ga ada kepedulian dari pihak terkait untuk meluruskan hal ini.
    Pelayan tersebut masih butuh pendidikan bukan untuk dipekerjakan..betul tidak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *