Enterpreneur dan Netpreneur

< a onblur=”try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}” href=”http://www.educationcenteronline.org/images/Entrepreneur_Training.jpg”>

Pada 21 sampai dengan 23 Juli yang lalu, saya mendapat banyak pelajaran dari mengikuti pelatihan CEFE di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Pelatihan yang berlangsung dari pulul 9 pagi tepat, yang berakhir 5 menit sebelum shalat Ashar, yang memiliki waktu break 2 kali, sangat meninggalkan banyak kesan kepada saya. Dalam sehari, terdapat game, nasehat, energizer, dan berbagai kegiatan yang semuanya berhubungan dengan dunia bisnis, lebih tepatnya lagi Enterpreneur (wirausaha).

CEFE yang berlangsung selama 3 hari tersebut diselenggarakan oleh

UKM Center Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala Banda Aceh. Trainernya cuma 2 orang, yaitu Bu Eva dan bu Erna. Sementara peserta berjumlah 23 orang yang terdiri dari berbagai jurusan dan tahun masuk pada Fakultas Ekonomi UNSYIAH.

Kalau boleh menyimpulkan, maka saya berkesimpulan bahwa, pelatihan tersebut memberikan ilmu, motivasi, alasan, pengalaman, emulasi, dan berbagai tips untuk menjadi enterpreneur. Pokoknya luar biasa deh, banyak kegiatan yang sangat mengesankan, misalnya SLE (Brain Stroming, Bring Me, Mini Market, dsb), yang memberikan berbagai pelajaran tentang dunia bisnis entrepreneur.

Ada hal yang sangat penting bagi saya pribadi (dan mungkin juga bagi peserta lain, dan juga bagi orang lain), tentang disiplin waktu. Begini: pada hari pertama training, trainer dan peserta membuat berbagai kesepakatan, salahsatunya adalah DENDA apabila terlambat masuk. Perhitungan dendanya adalah:

  • Rp. 500,-/MENIT untuk peserta
  • Rp. 1.000,-/MENIT untuk trainer

Dan denda tersebut benar-benar diterapkan dan nyata ampuh. Ada beberapa peserta yang terlambat juga sih, dan mereka punya alasan, tapi yang namanya kesepakatan/kontrak ya tetap diterapkan!

Selain masalah disiplin waktu, ada juga kontrak tentang ketika handphone berbunyi disaat pelatihan sedang berlangsung, yang pada intinya, peserta training harus denda Rp. 1.000,- jika handphone berdering saat pelatihan sedang berlangsung, sedangkan trainer mendapat denda 2x lipat dari peserta. 🙂

Sebenarnya banyak sih yang mau saya ceritakan tentang training tersebut, tapi memang saya ndak ahli merangkai kata-kata, asiknya sih langsung cuap-cuap ceplas-ceplos kalo bercerita. Jadi, artikel ini saya sudahi aja deh.

Lalu, apa hubungannya Enterpreneur dengan Netpreneur?

Beberapa hari setelah pelatihan CEFE, saya ikutan lagi pelatihan tentang osCommerce. oSCommerce merupakan salah satu CMS yang dapat mempermudah kita untuk membuat toko online. Penasaran? Benarkah membangun toko online (Online Store) sedang hangat-hangat dibicarakan saat ini?

Tunggu postingan selanjutnya ..! :p

4 thoughts on “Enterpreneur dan Netpreneur

  1. bagus juga tuh, ada acara DENDA segala.
    Eevent yg sangat baik tuk pengembangan SDM. salut buat penyelenggaranya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *