Meng-upload kebahagian vs Menikmati kebahagiaan

Happiness-in-daily-lifedulu waktu sma, saya maniak gadget. saya termasuk orang yang senang apabila dunia kita ini serba canggih, serba gadget. dan sekarang, ketika sekarang kita semakin dekat dengan masa yang saya impikan itu, saya malah menyesali apa yang saya cita-citakan.

terlalu pesatnya penggunaan teknologi hingga menciptakan lingkungan sosial yang serba gadget malah membuat kita lupa dengan orang yang ada di sekitar kita.

para “pengguna gadget kelas berat” lebih senang mencari kebagiaan lain melalui twitter, instagram, path, atau chatting. padahal mungkin orang yang di sekitar dia sekarang sedang menanti berbagi kebahagiaan dengannya.

para “pengguna gadget kelas berat” kini lebih senang meng-upload kebahagian itu ke twitter, path, instagram, path, atau chatting daripada menikmati moment bahagia tersebut. mereka lebih senang “memamerkan” kebahagiannya ke social media daripada menikmati kebahagiaan itu sendiri.

dulu sih iya, saat saya masih baru pegang gadget, smuanya saya upload. lebih milih like atau komen status teman yang “disana” daripada dengerin cerita teman yang ada “disini”. namun sekarang tingkah seperti itu mulai saya kurangi. sekarang saya lebih memilih untuk memprioritaskan orang-orang yang ada disekitar saya daripada harus mencari kebahagiaan atau membahagian orang yang sedang tidak disamping kita. kecuali orang yang sedang jauh tersebut memang layak untuk diprioritaskan. misalnya ibu kita, istri, client penting, atau bos kantor yang menagih deadline :v. no compromise, hahaha.

bagaimana dengan anda, apakah anda ingin menyampaikan pendapat juga tentang hal ini?

One thought on “Meng-upload kebahagian vs Menikmati kebahagiaan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *