Selfie Bibir Monyong

Sangat menarik membaca status facebook dari ustadz felix siauw yang membahas tentang aktifitas pengguna media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll, yaitu foto narsis seperti selfie. Beliau mengungkap fakta tentang penggunaan teknologi kamera yang dipadu dengan internet seperti instagram, fb, twitter, path, dll yang digunakan dengan cara yang sangat beragam oleh penggunanya.

Dalam status tersebut, beliau menasehati kita untuk tidak terlalu berlebihan dalam mencari perhatian dari manusia. Lebih baik sibukkan diri dengan mencari perhatian dari pencipta manusia, yaitu Allah SWT daripada berusaha “tampil baik” di media sosial, hanya demi dilihat oleh manusia. Setidaknya begitulah kesimpulan yang bisa saya tangkap dari status tersebut. berikut ini saya salin ke sini status tersebut:

itu cewek-cewek selfie sambil dimonyong-monyongin siapa sih yang ngajarin? (-_-); | bener-bener musibah..

wajah di kiyut-kiyutin, di unyu-unyuin, artis wannabe kali ya? | di-publish lagi, yeuh.. (-_-); stop it already..

cewek-cewek pikir selfie berlebih itu buat dirinya menarik? | mungkin iya, tapi bukan menarik untuk dijadiin istri (-_-);

bayangin aja udah jadi istri lalu selfie monyong-monyongan, di imut-imutin dan kiyut-kiyutin | bisa stres suaminya deh.. (-_-);

Islam justru ajarin Muslimah jangan seneng diperhatikan, dilihat orang lain | ini malah selfie nggak jelas… (-_-);

diperintah jelas menundukkan pandangan, agar kita dan orang pun terjaga | cewek sekarang modelnya malah “demen menggoda” (-_-);

mati-matian pengen dibilang cantik, tewas-tewasan cari perhatian | kayaknya desperate banget demi manusia.. (-_-);

asal tau aja, lelaki normal males kalo istrinya diperhatiin orang lain | risih kalo istrinya diliatin orang lain, nggak rela.. (-_-);

begitulah rasa malu jadi salah satu penghias terbaik bagi Muslimah | karena malu itu cabang keimanan, nggak rugi yang punya malu.. (-_-);

begitu pula hakikat hijab yang diperintahkan Allah | justru supaya Muslimah nggak diperhatikan, bukan malah jadi hiasan.. (-_-);

bila berhijab ingin tampil cantik menarik, niatnya perlu dibenahi | bila berfoto sebab ingin diperhatikan, niatnya perlu dibenahi (-_-);

selama rasa ingin eksis “ini loh gue!” masih tinggi, sulit hati merendah di hadapan Allah | maka sulitlah merasa manisnya iman (-_-)’;

jangan berlebihan, selfie-mu untuk goda suamimu aja, berpahala | jangan sampai malah jadi fitnah dan malah jadi sebab dosa.. (-_-);

yang belum nikah, tahan untuk berlebih-lebihan dalam berfoto | karena bagi lelaki baik, bukan itu yang dia lihat, itu tidak dia perlukan..

carilah perhatian Allah dengan meningkatkan keimanan | dan cabang iman yang penting bagi Muslimah, itulah rasa malu

status fb tersebut memang dominan untuk cewe, tapi ada beberapa hal juga yang bisa diterapkan untuk anak cowo. Membaca status tersebut membuat saya menyadari satu hal, bahwa ternyata caper itu ada versi “modern”nya.

Pertama kali saya mendengar kata caper (cari perhatian) itu ketika saya masih sekolah di mtsn, tepatnya mtsn model meulaboh. Waktu itu ada teman saya yang aktif maju ke depan, maksudnya sering muncul jadi bintang di kelas, baik saat sedang ada guru, atau sedang waktu istirahat.

Beberapa beberapa teman mengomentari tentang bintang kelas tersebut. ada pendapat yang muncul bahwa: yang sering menjadi bintang saat sedang istirahat itu disebut caper, alias cari perhatian. Biasanya bintang seperti ini minim sisi edukasinya, dan kebanyakan tentang humor atau kekonyolan. Sementara yang menjadi bintang saat sedang belajar disebut anak berprestasi karena ketekunan, kedisiplinan, atau kecerdasan yang muncul disaat yang tepat.

Jadi, ada dua tipe bintang di sekolah saya dulu. Yang satu caper, yang satu lagi siswa berprestasi. Selain itu, ya sebut saja namanya siswa pemalu.

Namun itu dulu. Kalo sekarang, sejak ada teknologi yang melekat pada setiap handphone genggam, membuat membuat orang yang sebelumnya pemalu bisa menjadi caper dengan cara “modern”.

Sebelum ada facebook, twitter, instagram, path, dll, orang yang disebut caper karena tingkah mereka yang memang kelihatan seperti bintang, menjadi pusat perhatian. Terlepas dari dia menjadi caper itu untuk apa, entah karena memang ingin dianggap bintang, atau memang niat menghibur teman dengan cara ‘menarik perhatian’. Baik itu caper di hadapan orang ramai, atau caper ke perseorangan. Haduh.. kok jadi ribet gini ya :v

Langsung kesimpulan aja deh biar gampang. Caper jaman dulu: keliatan dari tingkahnya secara langsung. caper jaman sekarang: ‘aktif minim manfaat’ di dunia maya. seperti update status, gonta ganti dp bbm tiap 5 menit sekali, upload foto narsis, galau di timeline twitter, dan sejenisnya.

bisa jadi, di kehidupan nyata dia “malu” untuk narsis atau caper karena sifatnya yang pemalu, pendiam dan kalem. Nah… dengan bantuan social media, sikap malunya di dunia nyata -yang selama ini terpendam- bisa diluapkan dengan bebas. Mohon maap jika anda yang sedang membaca tulisan ini juga pernah begini. saya akui, saya pernah begini. Semoga sekarang engga lagi :v

Orang yang pemalu di dunia nyata bisa update status curhat dan galau, upload foto narsis, dan gonta ganti dp bbm, dsb.Untuk level labil tingkat tinggi -dipadu dengan sikap agresif di dunia nyata-, pengguna socmed mungkin bisa saja menyindir seseorang lewat statusnya, pm bbm, dsb.

Status berupa sindiran adalah salah satu post yang tidak ingin saya temui ketika membuka socmed, sebut saja mereka ini pengecut. Tapi, kalo si penyindir berani mention atau nyebutin nama objek yang di sindir, pasti seru tuh! hahaha *ketawasetan*

Yang patut kita waspadai adalah update tentang ibadah. Hati-hati dengan niat. Jika kita post tentang ibadah, usahakan niat kita bersih. yaitu untuk mengajak pengguna internet lainnya untuk beribadah juga. Jangan sampai kita post demi pamer atau riya dengan ibadah yang sedang kita kerjakan. Ini urusan dengan Allah loh… niat musti tulus hanya untuk ridha Allah SWT, jangan sampe gak dapat pahala gara-gara ibadah kita ternyata bukan demi Allah, tapi demi manusia.

mohon maap buat temen2 yang namanya selfie. mohon maap juga buat yang bibirnya monyong. tulisan ini sama sekali gak niat untuk ngajak brantam, cuma sekedar berbagi aja. peace 😀

3 thoughts on “Selfie Bibir Monyong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *